Inilah Alasan Kenapa Ragnarok M: Eternal Love Kurang Layak di Smatphone
Ragnarok M: Ethernal Love 3 years ago GAGAT.ID 2079x Dilihat
Inilah Alasan Kenapa Ragnarok M: Eternal Love Kurang Layak di Smatphone

Game Ragnarok M: Eternal Love menjadi franchise game online paling sering “diperah”. Hal ini dikarenakan game buatan komik Lee Myoung Jin menjadi tolak ukur game MMORPG Korea hingga sata ini.

Game Ragnarok M: Eternal Love kehilangan popularitas di Indonesia karena adanya bisnis LYTO yang kurang disukai pemain. Alhasil game ini kemudian dipindahkan ke Gravindo “anak perusahaan”. Akan tetapi LYTO sendiri yang disayangkan membuat game ini kurang populer.

Kemudian hadir Ragnarok M: eternal Lobe dengan grafis 3D yang ditujukan untuk pengguna Android dan iOS. Pada awlanya, Game buatan X.D. Global dirilis di China dan Taiwan karena lisensi resmi dari Gravity selaku pemilik Franchise Ragnarok Online. Kemudian game ini dirilis di Asia Tenggra di bawha naungan Gravity Interactive.

Kendati ditujukan untuk Android dan iOS. Akan tetapi, game Ragnarok M: Eternal Love kurang cocok untuk dimainkan di smartphone. Kok bisa? Untuk mengetahui jawabannya yuk simak penjelasannya berikut ini.

Berikut adalah alasan mengapa game Ragnarok M: Eternal Love kurang cocok dimainkan di smartphone, antara lain:

1. Auto play buat gameplay tidak otentik

Hampir semua jenis game MMORPG Korea selatan dan game mobile lainnya menggunakan auto-play. Begitu juga dengan game Ragnarok M: Eternal Love. Akan tetapi dalam game auto-run sata guest, X.D. juga disematkan bot resmi yang memungkinkan hunting secvara otomatis.

Di sisi lain, fitur ini memudahkan pemain dalam memainkan game sembari melakukan aktivitas lain. Akan tetapi, malah membuat game ini kehilangan keotentikan karena sebelumnya dikenal sebagai gameplay point-to-click yang seru. 

2. Stamina sistem membuat hunting menjadi tidak seru

Ragnarok M: Eternal Love juga diberlakukan stamina system. System ini dapat membatasi Anda untuk melakukan hunting atau griding monster tiap harinya. Apabila stamina habis maka drop atau exp akan berkurang.

Bahkan jika Anda tidak mendapatkan exp sama sekali apabila stamina sudah diambang batas. Anda akan diberikan 300 stamina setiap hari dan akan secara otomatis terreset di jam 5 pagi WIB.

Apabila And atidka memainkan game maka stamina akan menumpuk hingga batas maksimal 900 stamina. Lebih dari itu, Anda tidak mendapatkan stamina lebih. Ironisnya tidak ada kalkulasi stamina yang Anda butuhkan sata berhasil membunuh satu monster atau beberapa monster sehingga Anda harus menghitungnya sendiri. Untuk melihat stamina Anda dapat mengakses menu more – setting – combat time.

3. Grinding terasa “percuma” karena Quest Base

Exp Ragnarok M: Eternal Love saat sedang hunting atau grinding super seret. Jika Anda ingin naik level secara cepat maka cara yang dpaat dilakukan yaitu dengan memainkan quest. 

4. Terbatas Quest untuk menjadi pemasukan EXP Utama

Exp terbesar terdapat di main-quest dan board quest. Selebihnya tidak begitu besar melainkan terhitung kecil. Main quest memiliki persyaratan level tertentu. Hal ini tentu membuat Anda menjadi gabut apabila persyaratan mengharuskan Anda untuk 3 level di atas. Di sisi lain, board quest tidak membantu sama sekali karena sebelumnya Anda sudah memenuhi main-quest. 

Itulah empat alasan dimana game Ragnarok M: Eternal Love kurang cocok untuk dimainkan di Android atau iOS. Lebih disarankan untuk memainkan game ini di PC. Akan tetapi, apabila Anda sudah merasa pro dan dapat memainkan di Andoid atau iOS makal hal-hal tersebut tidak menjadi masalah.